Saturday, June 30, 2012

Gerrard: Inggris Terlalu Bebani Rooney


LONDON, KOMPAS.com - Penyerang Wayne Rooney tampil dua kali di Piala Eropa 2012, yaitu pada laga terakhir fase Grup D melawan Ukraina (19/6/2012) dan laga perempat final melawan Italia di (24/6/2012).

Saat melawan Ukraina, Rooney mencetak gol yang membawa Inggris menang 1-0 dan masuk perempat final sebagai runner-up.

Melawan Italia, tak ada gol tercipta hingga akhir babak tambahan. Pada babak adu penalti, Inggris kalah 2-4. Satu dari dua gol Inggris dicetak oleh Rooney.

Sebelum Inggris tersingkir, Rooney disanjung pelatih Roy Hodgson. Hodgson menyebut Rooney sebagai Pele-nya Inggris dan pemain yang bisa menentukan hasil pertandingan.

Menurut Gerrard, mengatakan, pujian seperti itu membebani Rooney sehingga ia tak bisa tampil sesuai harapan. Padahal, menurut Gerrard, dalam turnamen besar, yang penting adalah bermain lepas.

"Pada level ini, hal terpenting adalah bermain tanpa beban atau rasa takut. Wajar bila Wayne terbebani karena semua orang mengharapkannya tampil baik," ujar Gerrard.

"Sejak ia ada di sini, ada tekanan karena performanya pada 2004. Wayne diharapkan datang ke turnamen ini dan membawa tim memenangi setiap laga."

"Tanggung jawab itu seharusnya diberikan pada 23 anggota skuad. Tidak adil menoleh pada Wayne dan mengatakan ia adalah alasan kami tidak tampil baik di turnamen-turnamen ini," tuturnya.


Via: Gerrard: Inggris Terlalu Bebani Rooney

Komposisi Pemain Juga Tentukan Kesuksesan Warriors


Manila - Indonesia Warriors akhirnya berhasil keluar sebagai juara di kompetisi ABL musim ketiga. Komposisi pemain yang lebih bagus daripada musim sebelumnya juga menjadi salah satu penentu kesuksesan mereka.

Warriors menjuarai ABL musim ini setelah menundukkan tim Filipina, San Miguel Beermen, di babak final dengan skor 2-1 dalam sistem best of three. Keberhasilan mereka terasa lebih indah karena dipastikan dengan kemenangan dalam laga penentuan di kandang Beermen.

Setelah kalah 83-86 di game pertama, menang 81-61 di game kedua, tim besutan Todd Purves ini menang 78-76 di game penentuan, Sabtu (30/6/2012).

Menurut Rony Gunawan, Warriors bisa juara karena punya pemain-pemain yang lebih oke daripada musim pertama dan kedua.

"Tahun ini, komposisi pemain lebih bagus, baik lokal maupun asingnya. Jadi, tim ini sangat bagus tahun ini," ungkap Rony di Manila, Sabtu (30/6/2012).

Di tengah musim, Warriors mendapatkan tambahan tenaga pemain asing baru dalam diri Evan Brock dan Stanley Pringle. Selain itu, menjelang akhir musim, Arki Dikania Wisnu dan Christian Ronaldo Sitepu juga bergabung dengan tim. Karena pemain-pemain tersebut cepat menyatu dengan Warriors, tim pun makin tangguh.

"Kuncinya kita cepat beradaptasi dengan pergantian pemain di tengah musim. Di ABL ini, (komposisi) pemain sangat berperan penting, terutama pemain asing. Peran mereka sangat vital sekali," ujar Rony.

Kesuksesan Warriors sempurna dengan keberhasilan Evan Brock tampil sebagai MVP final dan pelatih Todd Purves menjadi pelatih terbaik ABL musim ini. Purves sendiri mengatakan, Warriors tidak memenangi laga final dengan mudah. Ia bahkan memuji organisasi permainan dari Beermen.

"Saya angkat topi untuk (pelatih Beermen) Bobby Parks dan organisasi permainan Beermen. Organisasi permainan mereka kelas dunia," kata Purves.


Via: Komposisi Pemain Juga Tentukan Kesuksesan Warriors

Seedorf Lanjutkan Karier di Brazil


RIO DE JANEIRO, KOMPAS.com - Gelandang Clarence Seedorf resmi bergabung dengan salah satu klub asal Brazil, Botafogo. Mantan gelandang AC Milan itu menandatangani kontrak berdurasi dua musim, atau hingga 2014 mendatang.

"Botafogo telah menyelesaikan kontrak pemain tengah berumur 36 tahun asal Belanda, Clarence Seedorf. Dia telah menandatangani kontrak selama dua tahun dengan Botafogo," demikian pernyataan Botafogo seperti dilansir situs resmi klub.

"Tanggal kehadiran sang pemain akan diumumkan dalam beberapa hari ke depan. Ini adalah penandatanganan kontrak terbesar pemain asing yang pernah dilakukan oleh klub Brazil," lanjutnya.

Seedorf bergabung dalam status bebas transfer dari Milan dan sebelum menandatangani kontrak dengan Botafogo, ia telah membeli rumah di Brasil.


Via: Seedorf Lanjutkan Karier di Brazil

Balotelli Incar Sepatu Emas


KIEV, KOMPAS.com - Penyerang Italia, Mario Balotelli, berhasrat mencetak gol ke gawang Spanyol dalam babak final, Minggu (1/7/2012), agar dapat menjadi top scorer di Piala Eropa kali ini.

Balotelli kini bersanding di daftar pemain tersubur dengan torehan tiga gol bersama Mario Gomez (Jerman), Alan Dzagoev (Rusia) dan Mario Mandzukic (Kroasia). Pemain berusia 21 tahun itu berpeluang menjadi top scorer tunggal jika dapat membobol gawang kiper Iker Casillas dalam laga nanti, mengingat para pesaingnya sudah tersingkir.

"Akan luar biasa jika memenangkan final dengan mendapatkan keinginanku (menjadi top scorer) itu. Akan tetapi, jika kami menang dan aku tidak mencetak gol juga tentunya akan sama luar biasa-nya," ujar Balotelli seperti dilansir Football Italia.

"Aku sangat senang saat ini dan aku harap akan lebih bahagia Minggu nanti. Kami sudah mencapai final, dan harus ada satu dari dua tim terbaik menang dalam turnamen ini. Karena itu, kami harus menuju ke Kiev untuk meraih kemenangan," tegasnya kemudian.

Pada laga finanl nanti, Super Mario --sapaan Balotelli-- sangat mungkin bertemu dengan rekan satu klubnya di Manchester City, David Silva. "Aku mengenal baik, karena dia (Silva) adalah rekanku dan kami bermain bersama di laga pertama. Jadi, pertandingan nanti akan sangat menyenangkan," kata Balotelli.


Via: Balotelli Incar Sepatu Emas

Bautista Dihukum Usai Insiden dengan Lorenzo


Assen - Alvaro Bautista dinilai bersalah, menyusul insiden crash antara dirinya dengan Jorge Lorenzo. Akibatnya, Bautista bakal start dari urutan terbelakang di MotoGP Jerman.

Pada balapan di Sirkuit Assen, Sabtu (30/6/2012), Lorenzo, yang menang berturut-turut di tiga seri terakhir, mengalami insiden di awal lomba. Ia ditabrak Alvaro Bautista di tikungan pertama, dan keduanya langsung out.

Pemenang balapan tersebut, Casey Stoner, sampai-sampai menyayangkan insiden tersebut. Ia mengaku tidak terlalu senang meraih kemenangan, tanpa rival beratnya memberikan perlawanan.

MotoGP kemudian memutuskan Bautista bersalah. Mereka menyebut, Bautista membalap dengan sikap yang tidak bertanggungjawab, membahayakan Jorge Lorenzo, dan akhirnya dihukum start dari urutan paling belakang di Sachsenring.

Gresini mengajukan banding atas hukuman tersebut. Tapi, para steward dari FIM menyatakan bahwa keputusan tersebut adalah final.


Via: Bautista Dihukum Usai Insiden dengan Lorenzo

Buffon: Prandelli Sukses "Jinakkan" Balotelli


KIEV, KOMPAS.com - Kiper Italia, Gianluigi Buffon, mengapresiasi penampilan gemilang striker Mario Balotelli dalam beberapa laga terakhir "Gli Azzurri" dan menurutnya hal itu berkaitan dengan pelatih Cesare Prandelli.

Balotelli sebelumnya sempat dikritik karena dinilai banyak melawatkan peluang mencetak gol, terutama saat melawan Kroasia di penyisihan Grup C. Akan tetapi, penyerang Manchester City itu bangkit dan tampil gemilang dengan mencetak dua gol kemenangan Italia atas Jerman di babak semifinal.

"Mario (Balotelli) telah bermain sangat baik karena dia mempunyai semua kualitas yang hebat, dan ini adalah awal yang baik untuk kariernya. Dia telah menemukan pelatih hebat (Prandelli), yang membuatnya menjadi pemain yang lebih baik," ujar Buffon.

"Tetapi jelas, poin utama kemajuan itu berasal dari dirinya sendiri, karena dia telah berkerja keras mencapai level ini," kata Buffon.

Adapun, dua gol itu membuat Balotelli menjadi pemain pertama Italia yang mencetak tiga gol dalam satu turnamen Euro sepanjang sejarah. Bahkan, ia berpeluang menjadi top scorer karena mampu memupus harapan Mario Gomez, karena setelah Jerman tersingkir, koleksinya mandek di angka tiga gol.

Torehan yang sama juga diraih Mario Mandzukic (Kroasia) dan Alan Dzagoev (Rusia). Akan tetapi, kedua bomber itu malah sudah angkat koper di penyisihan grup. Dengan demikian, raihan trigol Balotelli masih dapat bertambah jika mampu membobol gawang Spanyol di final di Stadion Olimpiade Kyiv, Minggu (1/7/2012).


Via: Buffon: Prandelli Sukses "Jinakkan" Balotelli

"Spanyol Bukan Tim Dewa"


KIEV, KOMPAS.com - Bek Italia, Giorgio Chiellini, menilai Spanyol bukanlah tim "dewa" yang tidak dapat dikalahkan oleh tim lainnya. Pemain berusia 27 ini yakin "Gli Azzurri" dapat mengalahkan "La Furia Roja" di babak final Piala Eropa, Minggu (1/7/2012).

Italia dan Spanyol sebelumnya sempat bertemu di babak penyisihan Grup C. Ketika itu, kedua tim berbagi poin setelah bermain imbang 1-1.

"Mereka (Spanyol) cuma manusia biasa, dan kita dapat kalahkan mereka," tegas Chiellini seperti dilansir Football Italia.

"Besok, kami tidak akan membalas dendam kepada siapa pun. Kami hanya ingin mewujudkan mimpi kami menjadi kenyataan. Meskipun lelah, kami akan selalu menemukan energi untuk bermain di final," lanjutnya.

Italia lolos ke final setelah mengempaskan Inggris (adu penalti 4-2) di perempat final dan Jerman (2-1) di semifinal. Sementara, Spanyol menyingkirkan Perancis (2-0) dan Portugal (4-2 adu penalti).


Via: "Spanyol Bukan Tim Dewa"

Terwujudnya Mimpi Warriors


Manila - Butuh tiga musim bagi Indonesia Warriors untuk bisa menyabet gelar juara ASEAN Basketball League (ABL). Keberhasilan mereka mewujudkan mimpi mereka ini adalah buah dari kerja keras.

Warriors tampil sebagai juara usai mengalahkan San Miguel Beermen dengan skor total 2-1 di babak final yang memakai sistem best of three. Dalam game penentuan yang digelar di Ynares Sports Arena, Pasig City, Manila, Sabtu (30/6/2012), tim asuhan Todd Purves itu menang satu bola 78-76.

Ini adalah gelar pertama buat Warriors. Di musim pertama, saat masih memakai nama Satria Muda Britama, mereka harus puas jadi runner-up karena ditundukkan Philippine Patriots di final. Semusim berikutnya, mereka malah gagal lolos ke babak play-off.

"Musim pertama kita masuk final, tapi kalah. Di musim kedua, saat itu jadwal ABL dan NBL sama, makanya kita merosot. Di musim ketiga, kita berpikir bahwa tim yang bertanding di ABL dan NBL harus dipisah, dan harus disiapkan sendiri-sendiri," ungkap pemilik Warriors, Erick Thohir, saat ditemui seusai pertandingan.

"Di sini kita bukan cuma membawa nama Warriors, tapi juga nama Indonesia. Itu yang berat. Persiapan kita lebih bagus dari musim kedua karena tim kita terpisah," jelasnya.

Erick menambahkan, Warriors bisa juara karena berani bermimpi. Kendati harus menghadapi lawan-lawan tangguh se-ASEAN, timnya mau bekerja keras demi mengejar kejayaan.

"Saya ucapkan terima kasih kepada para pemain, pelatih, para partner untuk bisa membawa mimpi Indonesia menjadi juara. Misi Indonesia Warriors dan Satria Muda kan sama, yaitu juara Indonesia, Indonesia juara. Ini yang harus kita wujudkan," tuturnya.

"Kita harus membuat mimpi kita sendiri, jangan melihat mimpi orang terus. Kita harus membuat mimpi kita dan kita harus berusaha. Insya Allah kalau kita serius, kita fokus, kita fight, akan dikasih jalan," kata Erick.


Via: Terwujudnya Mimpi Warriors

Spanyol akan Pasang 3 Striker Sekaligus


KIEV, KOMPAS.com - Pelatih Spanyol, Vicente del Bosque kembali akan membuat gebrakan. Menghadapi final Piala Eropa lawan Italia, Minggu atau Senin (2/7/2012) dini hari WIB, dia akan memasang tiga striker sekaligus sejak awal.

Sebelumnya, Del Bosque juga membuat kejutan dengan memakai formasi yang disebut banyak orang sebagai 4-6-0, karena tak memakai striker murni. Dia lebih memakai tiga gelandang serang di lini depan atau juga disebut memakai nomor 9 palsu yang diperankan Cesc Fabregas.

Formasi ini dikritik banyak orang dan Spanyol dianggap mulai membosankan dengan tika-tiki yang hanya mementingkan penguasaan bola. Sementara serangan mereka tak terlalu tajam seperti yang diharapkan orang.

Namun, kini dia menjanjikan akan memasang tiga striker langsung. "Kami sudah memutuskan pemain yang akan diturunkan untuk besok. Kami akan bermain dengan tiga penyerang," kata Del Bosque kepada surat kabar Deportes Cuatro.

Minggu atau Senin dini hari WIB itu akan menjadi final ketiga Spanyol secara berturut-turut di turnamen besar. Mereka sudah menjuarai Piala Eropa 2008 dan Piala Dunia 2010. Jika kembali juara, mereka akan memecahkan rekor.

"Tak perlu menceritakan kepada para pemain betapa pentingnya pertandingan ini, karena mereka selalu bermain di pertandingan-pertandingan penting. Yang pasti, mereka mewakili seluruh negara dan ada tuntutan besar," tegas Del Bosque.

Ketika ditanya tentang perbedaan antara kiper Spanyol, Iker Casillas, dan kiper Italia, Gianluigi Buffon, ia menjawab, "Casillas lebih baik, tapi rekor Buffon sangat mengagumkan."


Via: Spanyol akan Pasang 3 Striker Sekaligus

Blanc-Perancis Tak Lanjutkan Kerja Sama


PARIS, KOMPAS.com - Laurent Blanc tak akan memperpanjang kontrak sebagai pelatih tim nasional Perancis. Demikian disampaikan Blanc dan Federasi Sepak Bola Perancis (FFF), Sabtu (30/6/2012).

Blanc melatih Perancis pada 1 Juli 2010 dengan kontrak hingga 30 Juni 2010. Menurut AFP, saat itu FFF sebetulnya menawarkan kontrak berdurasi empat tahun, tetapi Blanc menolak karena menilainya terlalu dini untuk menyepakati kontrak untuk periode sepanjang itu.

"Laurent Blanc menghubungi Presiden FFF Noel Le Graet untuk menyampaikan keputusannya bahwa ia tak akan meminta kontraknya sebagai pelatih tim nasional diperbarui," demikian pernyataan FFF.

Soal kontrak baru, Blanc dan FFF sudah bertemu pada Kamis (28/6/2012). Pembicaraan saat itu tak berlangsung hingga tuntas dan pertemuan Sabtu (30/6/2012) merupakan lanjutannya.

Dalam surat yang dikirim ke Kantor Berita AFP, Blanc mengatakan, dirinya memutuskan tak memperbarui kontrak karena dirinya dan Le Graet tak memiliki kesamaan pandangan soal pengelolaan tim nasional Perancis dua musim mendatang.

"Dalam diskusi (dengan Graet) pada 28 Juni lalu, kami tak bisa mencapai kesepahaman soal manajemen tim nasional Perancis untuk dua musim mendatang," ujar Blanc.

"Dalam kondisi ini dan setelah mempertimbangkan masalah tersebut, saya menyampaikan kepadanya, hari ini Sabtu (30/6/2012), keputusan saya adalah tidak menginginkan kontrak saya saat ini diperbarui," lanjutnya.


Via: Blanc-Perancis Tak Lanjutkan Kerja Sama

Bukan Kemenangan Mudah buat Warriors


Manila - Indonesia Warriors akhirnya tampil sebagai juara ASEAN Basketball League (ABL) musim ketiga. Namun, untuk memastikan gelar tersebut, Warriors harus melalui perjuangan yang tidak mudah.

Warriors bertemu dengan San Miguel Beermen di babak final yang memakai sistem best of three. Setelah kalah 83-86 di kandang Beermen, Warriors membalas di game kedua yang digelar di Jakarta dengan skor mencolok 81-61. Karena kedudukan sama kuat, game ketiga pun terpaksa dihelat.

Dalam pertandingan game ketiga di Ynares Sports Arena, Pasig City, Manila, Sabtu (30/6/2012), Beermen yang tampil di hadapan dukungan publiknya sendiri langsung tampil menekan. Mereka sempat unggul lima poin, namun tembakan tiga angka Jerick Uy Canada membuat Warriors berbalik unggul 15-13. Setelah itu, Warriors menutup kuarter pertama dengan 19-13.

Di kuarter kedua, Beermen mencoba untuk mengejar. Namun, Warriors masih bisa menjaga jarak dan menambahkan 19 poin untuk memimpin 38-33.

Usaha Beermen untuk menyamakan kedudukan baru berhasil di awal kuarter ketiga saat tembakan Christhoper Banchero membuat skor jadi 38-38. Bahkan, beberapa saat kemudian Willard Crew membawa Beermen memimpin dua poin. Namun, tak lama kemudian Warriors unggul lagi lewat tembakan tiga angka Joseph Salangsang. Setelah itu, tim tamu mulai menjauh dan unggul jauh 64-53 di akhir kuarter.

Kuarter keempat berjalan seru sekaligus menegangkan. Beermen kembali memangkas selisih poin menjadi dua angka dalam kedudukan 69-71 saat pertandingan tinggal tersisa 2 menit 14 detik.

Saat waktu tinggal tersisa 17 detik lagi, Warriors juga cuma unggul 78-76. Mereka makin tegang karena dua lemparan bebas Evan Brock di momen selanjutnya tak masuk keranjang. Beruntung buat mereka, usaha Beermen untuk menyalip lewat tembakan tiga angka Nicholas Fazekas gagal. Warriors pun menang 78-76 dan berhak mengangkat piala.

Seusai pertandingan, pelatih Warriors, Todd Purves, mengakui bahwa game ketiga ini berjalan tidak mudah. Dia pun tak sungkan memuji Beermen.

"Ini masih merupakan pertandingan yang sangat ketat. San Miguel sangat 'Brasil', sangat terlatih," ucapnya.

"Saya angkat topi untuk
Via: Bukan Kemenangan Mudah buat Warriors

Evan Brock MVP Final ABL


Manila - Kebahagiaan kubu Indonesia Warriors makin lengkap karena mereka bukan cuma tampil sebagai kampiun ABL musim ketiga. Pemain mereka, Evan Brock, juga dinobatkankan sebagai pemain terbaik di final.

Brock tampil cukup konsisten di final tahun ini. Forward asal Amerika Serikat itu membukukan 24 poin di game pertama, namun saat itu timnya Warriors kalah 83-86.

Di game kedua yang digelar di Jakarta, Brock masih jadi top performer. Dia menorehkan 26 poin plus 16 rebound dan mengantarkan timnya menang 81-61.

Brock masih jadi salah satu pemain kunci di game penentuan di Ynares Sports Arena, Pasig City, Manila, Sabtu (30/6/2012). Pemain bernama lengkap Evan McArthur Brock ini membukukan double-double dengan 15 poin dan 16 rebound.

Penghargaan MVP untuk Brock ini juga melengkapi dua award lain yang diterima kubu Warriors. Sebelumnya, pelatih Todd Purves terpilih sebagai pelatih terbaik, sedangkan Steven Demon Thomas dinobatkan sebagai pemain bertahan terbaik.

Warriors sendiri tampil sebagai juara usai mengalahkan San Miguel Beermen di laga ketiga. Pada pertandingan tersebut, Warriors menang dengan skor 78-76.



Via: Evan Brock MVP Final ABL

Fans Barca Berharap Pep Jadi Presiden Barcelona


JAKARTA, KOMPAS.com - Tidak ada yang mengira sosok pelatih tersukses sepanjang masa Barcelona berkunjung ke Indonesia. Hal itu juga dirasakan oleh salah seorang fans Barcelona yang juga pengurus FCBI chapter Jakarta, Ferry.

Ferry bersama rekan-rekannya yang lain dibuat kaget saat berita rencana kedatangan Guardiola muncul. "Kami semua seakan tak percaya. Kabar Pep datang sangat tiba-tiba," jelasnya kepada Kompas.com.

"Setelah itu, kami merundingkan apa yang ingin kami berikan kepadanya sebagai 'buah tangan' dari Indonesia. Akhirnya, kami memutuskan untuk memberikan batik bermotif Barcelona," lanjutnya.

Sebagai pelatih tersukses "Blaugrana", kepergiannya cukup membuat para fans sedih. Sebagian fans bahkan ada yang berharap Guardiola bisa kembali melatih di Camp Nou. Jika tak lagi membesut Barcelona, para fans berharap Guardiola menduduki jabatan lain.

"Pep telah membawa kesuksesan untuk Barcelona. Wajar bila kami ingin dia terus berada di Barcelona. Jika bukan sebagai pelatih, Pep mungkin bisa menjadi presiden Barcelona," tutupnya.


Via: Fans Barca Berharap Pep Jadi Presiden Barcelona

Tristan Alif Dipersiapkan Menuju Anfield


JAKARTA, KOMPAS.com - Di tengah-tengah kedatangan Josep Guardiola ke Indonesia, terdapat sosok yang tak kalah mencuri perhatian. Dialah Tristan Alif Naufal. Bocah berusia 7 tahun itu dianggap memiliki bakat menjadi pemain sepak bola di masa depan.

Alif juga sempat menunjukkan kebolehannya mengolah si kulit bulat. Guardiola sempat dibuat terpukau oleh aksi bocah yang saat ini menimba ilmu sepak bola di Liverpool Academy Indonesia itu.

Tak ingin bakat Alif sia-sia, pihak Liverpool Academy Indonesia telah memiliki rencana matang untuknya. Semua itu dilakukan agar Alif memiliki kesempatan untuk menjadi bagian dari pengembangan pemain belia Liverpool di Inggris.

"Alif kami proyeksikan untuk mengikuti trial di Inggris ketika berusia 10 tahun. Karena saat ini dia baru berusia 7 tahun, kami akan terus memantau perkembangannya," jelas Humas Liverpool Academy Indonesia, Qatrunnada Salma, di Jakarta, Sabtu (30/6/2012).

"Banyak program yang akan dijalani Alif. Dia saat ini sedang belajar bahasa Inggris dan kami juga terus memantau kondisi fisik serta gizi Alif," sambungnya.

Pihak Liverpool sendiri juga mengikuti perkembangan Alif. Jika terus menunjukkan perkembangan signifikan, mungkin saja Alif bisa menjadi salah satu bocah asal Indonesia yang menimba ilmu di Anfield beberapa tahun mendatang. Terus berjuang, Alif!


Via: Tristan Alif Dipersiapkan Menuju Anfield

Guardiola Terpukau kepada Bocah Indonesia


JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Pelatih Barcelona, Josep "Pep" Guardiola, dibuat terpukau oleh aksi bocah asal Indonesia, Tristan Alif. Bersama Guardiola, Tristan juga turut hadir dalam acara bertajuk "Sportacular Edisi Spesial 'Pep' Guardiola" di lobi depan RCTI Jakarta, Sabtu (30/6/2012).

Tristan menunjukkan sedikit keahliannya bermain sepak bola. Juggling kaki Tristan yang diakhiri menghentikan bola menggunakan pundak, membuat Guardiola tersenyum.

"Barcelona mungkin bisa memberikan tawaran untuk bocah ini," jawab Guardiola.

"Dia memiliki skill yang bagus. Penting bagi pemain seusianya bisa melakukan juggling seperti itu," lanjutnya.

Guardiola lantas memberikan sedikit masukan bagi pemain-pemain usia dini yang ingin berkarier sebagai pemain profesional. "Intinya, pemain-pemain muda harus terus berlatih, berlatih, dan berlatih. Jika itu dilakukan dengan baik, maka besar kemungkinan pemain itu bisa berkembang," tutupnya.


Via: Guardiola Terpukau kepada Bocah Indonesia

Euro 2020 Digelar di Seluruh Eropa


KIEV, KOMPAS.com - Presiden Uni Federasi Sepak Bola Eropa (UEFA), Michel Platini, mengajukan usul ekstrem. Menurutnya, akan menarik jika Piala Eropa 2020 nanti digelar di beberapa negara di Eropa.

"Ini hanya ide. belum ada kepastian. Pada Desember (2012) atau Januari (2013) kami akan memutuskan apakah Piala Eropa akan digelar di satu negara, dua negara, atau bahkan di beberapa negara di Eropa," kata Platini pada temu pers di Kiev, Ukraina, Sabtu (30/6/2012).

Piala Eropa akan merayakan ulang tahun ke-60 pada 2020 nanti. gelaran Euro 2020 itu bisa digelar di 12 atau 13 kota di beberapa negara di Eropa. Sehingga, panitia tidak lagi dipusingkan soal kesiapan infrastruktur, karena tuan rumah akan dipilih di kota-kota yang memiliki infrastruktur terbaik.

Sejauh ini, sudah ada beberapa negara yang mengajukan diri sebagai tuan rumah Piala Eropa 2020. Mereka antara lain Turki, Irlandia, juga Skotlandia dan Wales. (AFP)


Via: Euro 2020 Digelar di Seluruh Eropa

Meredupnya Pesona Tim-tim Jawara


WARSAWA, KOMPAS.com - Ketika tim sepak bola Ceko berlaga di Piala Eropa dan Piala Dunia, angka kematian warganya menurun. Pada tahun sepak bola itu, nyawa yang terselamatkan di Ceko mencapai 55 orang, tertinggi ketiga setelah Perancis dan Jerman. Artinya, sepak bola di negara-negara itu telah mendarah daging, semacam darah kehidupan warganya.

Itulah catatan Simon Kuper dan Stefan Szymanski dalam buku Soccernomics (2010). Apa benar sepak bola telah menyelamatkan kehidupan? Kedua penulis ini memercayai kaitan itu. Mereka membandingkan angka kematian warga saat ada gelaran Piala Eropa dan Piala Dunia dan ketika tidak ada turnamen itu atau ketika ada turnamen tetapi negaranya tidak ikut.

Lebih dipersempit lagi, pada bulan Juni (pada tahun Piala Eropa dan Piala Dunia), Kuper dan Szymanski menemukan hampir tidak ada warga yang bunuh diri. Belum ada survei detail, apakah kekalahan tim memicu bunuh diri. Yang pasti, sepanjang tahun sepak bola itu, puluhan jiwa terselamatkan.

Ceko adalah negara di Eropa Timur (agak ke Tengah) yang memiliki sejarah sepak bola panjang. Pada masa lalu, Ceko adalah kekuatan raksasa di Eropa Timur, bersama dengan Rusia.

Tim sepak bola Ceko penuh kejutan. Menapaki Piala Eropa sejak 1960 sewaktu Ceko masih bernama Cekoslowakia, tim ini mampu menjadi semifinalis. Tiga kali tidak mengikuti Piala Eropa, Cekoslowakia langsung juara pada 1976. Empat tahun kemudian Cekoslowakia merosot, menjadi semifinalis. Negara ini kembali tidak mengikuti hajatan ini selama tiga periode.

Setelah melepaskan diri dari Cekoslowakia, Ceko melesat menjadi semifinalis, tepatnya di Piala Eropa 1996. Di Piala Eropa 2000, Ceko tersisih pada babak penyisihan, tetapi mampu menjadi semifinalis pada 2004. Pada 2008, Ceko gagal lagi pada babak penyisihan dan mencapai perempat final di Piala Eropa 2012. Kalau melihat statistik, prestasi Ceko justru menurun setelah tidak bergabung dengan Slowakia.

Rusia Suram
Mari kita cermati Rusia. Ketika masih bernama USSR atau Uni Soviet, Rusia merebut mahkota Piala Eropa 1960, tetapi empat tahun kemudian menurun menjadi finalis setelah kalah dari Spanyol. Pada 1968, Rusia kembali merosot satu tingkat, semifinalis, tetapi melambung lagi menjadi finalis pada 1972. Setelah Uni Soviet bubar tahun 1992, Rusia selalu tersisih pada penyisihan grup, bahkan pernah tidak lolos kualifikasi, kecuali tahun 2008 (mencapai semifinal).

Tahun 2008 digadang-gadang menjadi momen kebangkitan sepak bola Rusia. Saat itu Rusia percaya diri dengan pelatih asal Belanda, Guus Hiddink. Sayang, tim asuhan Hiddink terhenti di semifinal Piala Eropa 2008, kalah dari Spanyol yang lalu juara. Hiddink gagal mengantarkan Rusia ke Piala Dunia 2010 dan masuklah Dick Advocaat, sesama warga Belanda.

Kekuatan Eropa Timur dan Eropa Tengah, khususnya Ceko dan Rusia, kini memang meredup. Bukan karena negara-negara ini kekurangan pemain potensial, melainkan karena negara-negara di Eropa Barat melesat kuat bak pesawat ulang alik.

Belanda, misalnya, setelah menggaet mahkota juara Piala Eropa 1988, menjadi tim unggulan dan paling rendah mencapai perempat final, kecuali tahun 2012. Spanyol, yang menyurut pada akhir tahun 1980-an hingga 2000-an, kini memiliki pemain-pemain berkualitas dunia. Perancis bukan siapa-siapa pada awal tahun 1960-an hingga akhir 1970-an, tetapi merebut titel juara Eropa 1984 dan 2000.

Ketika Polandia dan Ukraina sedang mencoba peruntungan di Piala Eropa, Rusia masih saja redup dan Ceko belum bisa menggedor lagi seperti dulu.

Pelatih Ceko Michal Bilek mengatakan, kondisi timnya saat ini memang minim pemain bintang. Hanya ada Tomas Rosicky dan Petr Cech yang menonjol. Tak ada lagi Karel Poborsky yang dengan golnya menekuk Portugal pada semifinal Piala Eropa 1996. Namun, kami memiliki spirit yang luar biasa, kata pelatih yang kurang didukung masyarakat Ceko ini sebelum laga melawan Portugal.

Ceko memiliki pekerjaan berat untuk kembali mencetak pemain andal seperti Poborsky atau Milan Baros yang kini berusia 30 tahun dan berencana mengundurkan diri. Rosicky yang kini berusia 31 tahun pun mulai mempertimbangkan pensiun.

Baros menyatakan mundur setelah kekalahan dari Portugal. Federasi Sepak Bola Ceko membenarkan pengunduran diri Baros. Baros tampil 93 kali bersama Ceko dan mencetak 41 gol.

Rosicky sebetulnya merasa berat meninggalkan timnas, tetapi ia merasa usianya menua. Saya tak muda lagi dan fisik tidak lagi bugar. Saya akan berpikir dulu, tetapi saya tidak bodoh. Saya menua dan saya harus berpikir yang terbaik untuk saya, kata sang kapten yang bermain 87 kali bersama tim nasional.

Untuk Rusia, pelatih juga menjadi persoalan khusus. Sejak sebelum bertanding, Roman Pavlyuchenko sudah berdebat dengan Advocaat. Ia mengatakan, Advocaat lebih memilih pemain-pemain dari klub Zenit, dan pelatih asal Belanda ini menjawab, pelatih akan memilih pemain yang terbaik untuk tim.

Namun, mereka bermain dengan baik. Begitulah cara kerjanya. Para pemain tidak harus berteman dengan saya, sahut Advocaat kepada majalah World Soccer.

Ketika Rusia kalah, Advocaat pun dicerca. Saya tidak peduli. Wartawan Rusia menulis hanya supaya dibayar, sahutnya.

Tim pemenang setidaknya memenuhi satu syarat: kompak. Akan tetapi, hal ini tidak terlihat di skuad Rusia dan Ceko ketika pelatih tak dihormati pemainnya sendiri. Saatnya negara pelopor di Eropa Timur ini kembali menjadi pembaru. (AFP)


Via: Meredupnya Pesona Tim-tim Jawara

Friday, June 29, 2012

Sebanyak 16 Tim Mengikuti Kejurnas Arung Jeram di Muaraenim


Muaraenim - Sebanyak 16 tim mengikuti Kejurnas Arung Jeram "Arung Sumsel 2012" yang digelar di Bedegung, Kabupaten Muaraenim, Sumatera Selatan, 30 Juni-3 Juli 2012.

Saat ini ke-16 tim sudah berada di lokasi dan mulai mencoba arus di huluan Sungai Enim yang menjadi lokasi perlombaan.

Ke-16 peserta itu antara lain berasal dari Banten, Bandung, DKI Jakarta, Bengkulu, Palembang, Muaraenim, Medan, dan Tapanuli.

"Kejurnas ini selain untuk memasyarakat olahraga arung jeram, mengingat begitu banyaknya lokasi olahraga ini di Indonesia, juga menjadi ajang pembinaan, dan promosi pariwisata," kata Ahmad Rapanie Igama selaku ketua panitia pelaksana kepada detikcom, Jumat (29/06/2012).

Ada beberapa jenis lomba yang digelar dalam kejurnas ini yakni sprint dengan jarak 800-1.000 meter; head to head yakni lomba kecepatan secara simultan dengan jarak 800-1.000 meter; slalom atau lomba kecepatan dan keterampilan tim dengan jarak tempuh 1.000 meter; serta down river yakni lomba kecepatan dan keterampilan dalam jarak tempuh 3-5 kilometer.

Kejuaraan yang digelar Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Pemerintah Kabupaten Muaraenim, dan Federasi Arung Jeram Indonesia
Via: Sebanyak 16 Tim Mengikuti Kejurnas Arung Jeram di Muaraenim